TENTANG PALANG MERAH INDONESIA KABUPATEN BANTUL
Sejarah dan Wilayah
Bantul memang tak bisa dilepaskan dari sejarah Yogyakarta sebagai kota perjuangan dan sejarah perjuangan Indonesia pada umumnya. Bantul menyimpan banyak kisah kepahlawanan. Antara lain, perlawanan Pangeran Mangkubumi di Ambar Ketawang dan upaya pertahanan Sultan Agung di Pleret. Perjuangan Pangeran Diponegoro di Selarong. Kisah perjuangan pioner penerbangan Indonesia yaitu Adisucipto, dimana pesawat yang ditumpanginya jatuh ditembak Belanda di Desa Ngoto. Serta sebuah peristiwa yang penting dicatat tentang Perang Gerilya melawan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman (1948) yang banyak bergerak di sekitar wilayah Bantul. Wilayah ini pula yang menjadi basis, “Serangan Oemoem 1 Maret” (1949) yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Kabupaten Bantul terletak diwilayah selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, berbatasan dengan
Sebelah utara : Kota Yogyakarta dan kabupaten Sleman
Sebelah timur : Kabupaten Gunung Kidul
Sebelah barat : Kabupaten Kulon Progo
Sebelah selatan : Samudera Indonesia
Kabupaten Bantul terletak antara 07° 44′ 04″ – 08° 00′ 27″ Lintang Selatan dan 110° 12′ 34″ – 110° 31′ 08″ Bujur Timur, dengan Luas wilayah Kabupaten Bantul 508,85 Km2 (15,90 5 dari Luas wilayah Propinsi DIY) dengan topografi sebagai dataran rendah 140% dan lebih dari separonya (60%) daerah perbukitan yang kurang subur, secara garis besar terdiri dari :
Bagian Barat, adalah daerah landai yang kurang serta perbukitan yang membujur dari Utara ke Selatan seluas 89,86 km2 (17,73 % dari seluruh wilayah).
Bagian Tengah, adalah daerah datar dan landai merupakan daerah pertanian yang subur seluas 210.94 km2 (41,62 %).
Bagian Timur, adalah daerah yang landai, miring dan terjal yang keadaannya masih lebih baik dari daerah bagian Barat, seluas 206,05 km2 (40,65%).
Bagian Selatan, adalah sebenarnya merupakan bagian dari daerah bagian Tengah dengan keadaan alamnya yang berpasir dan sedikir berlagun, terbentang di Pantai Selatan dari Kecamatan Srandakan, Sanden dan Kretek. Kabupaten bantul terdiri dari 17 Kecamatan, 75 Desa dan 933 Dusun.
Sumber : http://bantulkab.go.id/
Sekilas tentang PMI Kabupaten Bantul
Sejalan dengan berdirinya Kabupaten Bantul, PMI Kabupaten Bantul secara resmi baru terbentuk pada tanggal 10 Juli 1973. Sepanjang sejarah berdirinya, Markas PMI Kabupaten Bantul telah berpindah sebanyak 3 (tiga) kali, semula Markas pertama PMI berada di Perumahan Rakyat Bantul Timur Kemudian berpindah ke Palbapang dan selanjutnya sampai dengan sekarang beralamat di Jl. Jend. Sudirman No. 1 Bantul, Yogyakarta.
Dalam kegiatan kesiapsiagaan dan penanganan Bencana, Palang Merah Indonesia Kabupaten Bantul telah mengirimkan relawan-relawannya untuk membantu dalam misi kemanusiaan. PMI kabupaten Bantul ikut mengirimkan relawan dalam misi kemanusiaan tergabung dalam SATGAS Merpati yang bertugas ke Timor-timur, mengirimkan relawan dalam operasi tsunami di NTT, dan gempa di Lampung. Selanjutnya di tahun 2004 PMI kabupaten bantul kembali mengirimkan personil dalam misi kemanusiaan di Aceh, dan mengirimkan relawan ke bencana tanah longsor di desa Sijeruk, kab. Banjarnegara, PMI kabupaten Bantul kembali mengirimkan relawannya untuk membantu dalam penanganan banjir di Bojonorogo, gempa Padang dan banjir di Wasior, serta dalam operasi rutin Merapi PMI kabupaten Bantul bersama-sama ikut dalam penanganannya.
Terjadinya gempa bumi di tahun 2006, yang mengakibatkan banyak korban dan kerugian meterial menjadi awal PMI kabupaten Bantul dalam meningkatkan kapasitas dan kualitasnya, PMI terlibat dalam penanganan ini dan menjadikan kiprah PMI semakin dekat dan dikenal masyarakat. Program pmi dalam penanganan tanggap darurat bencana gempa dimulai dari penanganan pertolongan pertama, mendirikan rumah sakit lapangan, distribusi bantuan pangan dan non-pangan, pelayanan air dan sanitasi, program dukungan psikososial (PSP) serta membuka layanan dapur umum dan pelayanan pemulihan hubungan keluarga.
Masuknya palang merah negara sahabat dalam penanganan bencana seperti PM Spanyol, PM belanda, PM Singapura, BSM Qatar PM Jerman dan PM Denmark, memberikan pengalaman dan nilai lebih bagi PMI Kabupaten Bantul.
Dalam perkembangan selanjutnya PMI didukung pemerintah kabupaten bantul dan masyarakat bantul terlibat dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan melaksanakan pelatihan kesiapsiagaan bencana, terlibat dalam satuan kerja sistem peringatan dini tsunami, serta membentuk SIBAD di 3 kelurahan, yakni Tirtohargo, Tritomulyo dan Poncosari
Dalam kegiatan rutin, Palang Merah Indonesia Kabupaten Bantul melaksanakan berbagai macam kegiatan pelayanan, mulai dari Pelayanan Ambulan dimana PMI menjadi call center 118 BESS (Bantul Emergency Service Support), Usaha Kesehatan Tranfusi Darah (UKTD), Pembinaan generasi muda yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) maupun Korps Sukarela (KSR), Diseminasi informasi Kepalangmerahan yang bertujuan untuk memperkenalkan dan lebih mendekatkan PMI dengan masyarakat, sosialisasi Leptospirosis sampai dengan Sosialisasi Pesan Pencegahan Influenza (H2P) dengan maraknya berbagai kasus Flu mulai dari Flu Burung sampai Flu baru.
PMI Kabupaten Bantul memiliki jaringan organisasi PMI yang tersebar di 17 Kecamatan yakni, PMI Kecamatan Bantul, PMI Kecamatan Pandak, PMI Kecamatan Pajangan, PMI Kecamatan Kasihan, PMI Kecamatan Sedayu, PMI Kecamatan Kretek, PMI Kecamatan Banguntapan, PMI Kecamatan Piyungan, PMI Kecamatan Pleret, PMI Kecamatan Bambanglipuro, PMI Kecamatan Sanden, PMI Kecamatan Imogiri, PMI Kecamatan Sewon, PMI Kecamatan Srandakan, PMI Kecamatan Jetis, PMI Kecamatan Dlingo dan PMI Kecamatan Pundong.
PMI Kabupaten Bantul beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 1 Bantul, Yogyakarta. Telp. (0274) 367987, Fax. (0274) 367987. Untuk informasi lebih lengkap dapat mengakses di alamat website : http://pmi-bantul.or.id E-mail : pmi@pmi-bantul.or.id










